MENAFSIRKAN AL QURAN DENGAN BENAR ~ FORUM MURTADIN INDONESIA

MENAFSIRKAN AL QURAN DENGAN BENAR

>>>About this site (click here)<<<  

Bagi para penganutnya, semua agama tentu memiliki prinsip dan ajaran yang mulia. Namun tak dapat dipungkiri bahwa perbedaan dalam ajaran agama agama tersebut seringkali menimbulkan konflik antar penganutnya, terlebih pada agama agama samawi. Dimasa lalu sejarah menunjukkan berbagai konflik besar atas nama agama yang mengakibatkan jatuhnya jutaan korban jiwa. Dimasa kini kita masih saja melihat konflik konflik berdarah mengatasnamakan agama, yang terkadang bercampur dengan kepentingan politik.

Setiap agama memiliki klaim kebenarannya masing-masing. Dalam agama samawi, wahyu Tuhan yang diklaim diterima seorang nabi adalah sumber kebenaran itu. Masalah timbul ketika agama yang satu tidak mengakui wahyu yang diterima oleh tokoh agama lain. Yahudi tidak mengakui Isa, Nasrani tidak mengakui Muhammad, dan Islam tidak mengakui Mirza Qulam Ahmad (Ahmadiah) ataupun Baha'u'llah (Bahai) sebagai penerima wahyu Ilahi. Hal ini mengakibatkan konflik ideologi dan perdebatan untuk mempertahankan klaim kebenaran masing masing.

Bicara mengenai pewahyuan, adalah berbicara tentang kepercayaan dan keyakinan, seringkali tidak ada bukti disana. Bicara mengenai kitab suci, adalah berbicara tentang penafsiran. Sama sama meyakini kebenaran kitab suci yang sama, akan terdapat perbedaan penafsiran, apalagi dengan kitab suci yang berbeda, dengan keyakinan dan penafsiran yang berbeda pula. Meskipun memiliki Taurat yang sama, Yahudi dan Nasrani memiliki penafsiran yang berbeda. Meskipun memiliki Al Quran yang sama, Syiah dan Sunni memiliki penafsiran yang berbeda. Ini baru antar golongan, apalagi antar individu. Gus Dur dan Abu Bakar Baasyir bisa jadi berbeda dalam menafsirkan apa itu jihad dan bagaimana prakteknya.

Belum lagi dalam konteks sejarah, jika kita membicarakan Taurat, kita berbicara mengenai sejarah 3500 tahun yang lalu, berbicara Injil kita berbicara sejarah 2000 tahun yang lalu, berbicara Al Quran kita berbicara 1400 tahun yang lalu. Jika sejarah yang kekinian, saja terkadang masih samar dan bisa diperdebatkan, apalagi sejarah ribuan tahun yang lalu.

Secara psikologi, ideologi terutama ideologi agama, menempati posisi terdalam pada jiwa manusia. Oleh karenanya banyak orang emosional jika nilai kebenaran yang diyakininya terusik, dan berusaha mempertahankan mati matian ideologi yang dianggapnya benar. Karenanya dalam perdebatan dan konflik ideologi seperti ini diperlukan kearifan dan keikhlasan untuk memahami dan menerima perbedaan tersebut, meski kita tidak mempercayainya.

Jika adanya perbedaan dan kemudian berlanjut ke perdebatan ide adalah wajar. Namun jika perbedaan berlanjut ke konflik fisik, hingga terjadi saling bunuh, hal inilah yang perlu dipertanyakan. Karena agama menempati tempat terdalam di jiwa manusia, maka agama dapat membuat orang rela mati dan membunuh bagi agamanya, kita dapat melihat gejala psikologi ini pada pelaku Bom Bali, dan pelaku bom bunuh diri lainnya.

Inilah yang membedakan Islam dengan agama agama lainnya. Kita dapat melihat begitu banyaknya kelompok kelompok radikal yang secara resmi mengatasnamakan Islam, hal yang jarang dijumpai di agama lain. Kita mengenal Imam Samudra dkk, Jamaah Islamiah, Al Qaeda, atau ISIS sebagai contoh terkini. Dalam setiap tindakannya para muslim ini mengaku mendasarinya dengan Al Quran dan sunnah nabi.

Lalu apa yang salah? Apakah orang orang seperti Imam Samudra dan Abu Bakar Baasyir salah dalam menafsirkan perintah Allah. Apakah ribuan muslim Arab anggota ISIS telah diperalat hingga mau menyelewengkan Al Quran demi kepentingan mereka sendiri? Bukankah Islam itu rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi semesta alam, namun mengapa yang terjadi justru sebaliknya, sejak kelahirannya Islam menjadi sumber konflik berdarah, mulai dari konflik dengan kafir Quraish, hingga konflik dengan sesama kelompok Islam (sunni-syiah-ahmadiah) dan konflik dengan kepercayaan lain. Inilah pertanyaan mendasar yang akan dicari jawabannya dalam situs ini.

Situs ini hanya menyajikan kembali sejarah yang tertulis dalam kitab kitab sejarah Islam seperti kitab Ibnu Hisyam, Ibnu Ishaq, Tabari, Ibnu Sa’ad, atau kitab hadist seperti Bukhari dan Muslim dan kitab hadist lainnya. Situs ini menyajikan seobyektif mungkin data sejarah tersebut, dan membandingkannya dengan kitab kitab tafsir Al Quran, seperti tafsir Ibnu Katsir, Al Jalalin, dsb. Dengan melihat secara obyektif sejarah awal mula Islam, dan dengan melepas kacamata keagamaan, kita dapat menilai, apakah orang orang seperti Imam Samudra dan kawan kawan, telah salah menafsirkan Al Quran atau justru sebaliknya. Semoga kita tidak terjerumus dalam radikalisme, kesesatan maupun kesalahan yang fatal akibat kekurang tahuan kita dalam mempelajari agama. Amin.

Artikel selanjutnya:

Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW (klik)

..
..INILAH BENDERA
..ARAB SAUDI

.


..
Apakah arti PEDANG

..dibawah kalimat
..syahadat?

................................

..BERIKAN KOMENTAR
..ANDA PADA KOTAK
..DI BAWAH INI :



Use avatars to show off your personality and favorite things.


..
Untuk DISKUSI atau
..DEBAT
, silahkan klik
..link dibawah ini:

FORUM DISKUSI DAN DEBAT ISLAM
.